Setelah membaca artikel disini, saya sampai ke sebuah hadits:
“Tahukah kalian siapa yang disebut dengan orang yang bangkrut?” Para Sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki barang.” Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan shalat, puasa, dan zakat. Dia datang, sementara ia telah mencela si Fulan, telah menuduh si Fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta si Fulan, menumpahkan darah si Fulan, dan memukul si Fulan. Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si Fulan dan Fulan. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum cukup menebus kesalahan-kesalahannya, maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia zhalimi) kemudian dipikulkan kepadanya, lalu ia pun dilemparkan ke Neraka.” [HR Muslim (IV/1997) no (2581).]
Dan paragraph selanjutnya:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata, “Adapun hak orang yang terzhalimi, maka tidak gugur hanya dengan bertaubat…. Barangsiapa yang bertaubat dari kezhaliman, maka tidak gugur hak orang yang terzhalimi dengan taubatnya tersebut. Tetapi merupakan kesempurnaan taubat, hendaklah ia mengganti hak tersebut dengan semisal kezhaliman yang pernah dilakukannya. Jika ia tidak mengganti hak tersebut di dunia, maka ia pasti akan menggantinya di akhirat. Karena itu wajib bagi orang yang berbuat zhalim yang sudah bertaubat untuk memperbanyak perbuatan-perbuatan baik, sehingga apabila orang-orang yang dizhaliminya mengambil kebaikan-kebaikannya (kelak di Akhirat, sebagai penebus hak-hak mereka), ia masih tidak menjadi orang yang bangkrut (masih tersisa kebaikan-kebaikannya). Meskipun demikian, jika Allah menghendaki untuk menebus hak orang yang terzhalimi dari sisi-Nya, maka tidak ada yang menolak karunia-Nya. Sebagaimana halnya jika Allah menghendaki untuk mengampuni dosa-dosa yang tingkatannya di bawah kesyirikan bagi siapa saja yang Ia kehendaki….
Saya meminta maaf kepada orang-orang yang telah saya dzalimi baik sengaja atau tidak, kenal atau tidak kenal, langsung atau tidak langsung. Jika kesalahan saya sulit dimaafkan saya mohon untuk bertemu dengan saya, atau sebelumnya bisa email saya di bondhan.novandy[at]gmail.com untuk qishas, begitu pula hutang-piutang.
Ya Allah saksikanlah..saksikanlah..sesungguhnya umurku Engkau lah yang telah menentukan.
Shalawat dan salam kepada Rasulullah, Muhammad Shalallallahu’alaihi wa Salam, semoga kita dikumpulkan bersama beliau sebagaimana kita dikumpulan bersama orang-orang yang kita cintai, insyaAllah. Aaamiin.





assalaamu`alaikum..
mau pamit , tolong saya dimaafkan jg klo ada salah.
kalau ada hutang, tlg diikhlasin saja ya
jazakalllah
kabar-kabar kalau mau ke yk/solo. silahkan mampir siaturrohim.
wassalaamu`alaikum warohmatullohi wabarokaatuh