Nouman Ali Khan – The Healthy Marriage (Summary)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

١. قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

٢. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,

٣. وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

٤. وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

٥. وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

٦. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

٧. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

٨. وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya

٩. وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

١٠. أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ

10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

١١. الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

11. (ya’ni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Sebelum menulis ringkasan dari lecture/dars diatas, harap diperhatikan bahwa bahasa tulisan dan lisan + visual  berbeda dalam banyak hal terutama penekanan (intonasi), gesture, ekspresi dan terutama lengkapnya informasi yang disampaikan, sehingga sangat mungkin sekali ada informasi yang hilang.

Akh Nouman Ali Khan menjelaskannya dengan sederhana sehingga mudah dicerna, ditambah bagaimana beliau memberikan contoh2 yang praktis. Sehingga highly recommended for those who want to have a healthy marriage.

Kajian beliau yg lain bisa di lihat di sini.

Summary:

  • Meluruskan niat, bahwa menikah bukanlah hanya untuk melampiaskan hawa nafsu yang tertahan.
  • Menikah seperti halnya dating/kencan akan tetapi berbeda dengan adanya tanggung jawab. Dalam kencan jika salah satu dari pasangan tidak suka lagi maka bisa saja mereka berpisah. Akan tetapi pernikahan adalah perjanjian yang kuat/serius.
  • Tujuan pernikahan, untuk memulai keluarga, untuk mencari ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  • Sebab: Sang suami/istri khawatir akan haknya akan tetapi lupa akan kewajibannya. Akibat: Sehingga berharap terlalu banyak akan apa yang didapatkannya. Akan tetapi jika keduanya meluruskan niat bahwa menunaikan kewajiban karena Allah, maka jika ada hak yang tertunaikan kepada salah satunya walaupun sedikit, maka hal tersebut akan terlihat banyak.
  • Sebuah senyum dari sang istri ketika suami pulang ke rumah. Bayangkan jika sang suami pulang dari kantor, cape, di kiri-kanan wanita “bertebaran” dimana-mana, di papan2 iklan, pas sampe ke rumah mendapati istri yang cemberut? Bisa jadi semalaman dari makan malam sampai obrolan hati sang suami bisa emosi atau tidak nyaman.
  • You never defeat argument with woman. Menghadapi istri: mercy and silence. Jangan di debat, juga wanita2 yg lain, ibu, kakak wanita, dst :D
  • Setan sangat ingin memisahkan suami dan istri. (Lihat hadits mengenai ini yaitu ketika setan melapor kepada yang lebih tinggi bahwa dia berhasil memisahkan suami istri)

Note mengenai kalimat budak wanita. Sering ditemui hal ini banyak ditanyakan oleh non-muslim, mengapa dibolehkan istri hingga 4 dan juga budak wanita?

Wanita berada di dalam tahanan/dibawah kekuasaan seseorang terjadi dalam dua hal: entah dalam pelacuran atau peperangan. Dalam setiap zaman hal ini terjadi hingga sekarang (lihat bagaimana perlakukan tentara xxx di irak?).

Di dalam islam nikah adalah perjanjian yang merupakan serah terima (&) tanggung jawab dari wali yang sebelumnya ke wali yang baru ya itu sang suami. Perhatikan kedua hal ini. Pada budak (*ingat ajaran islam itu sendiri berusaha menghilangkan perbudakan, Al-Baqarah:177, Al-Maidah:89, An-Nisaa:92, At-Taubah:60, Al-Mujaadilah:3, Al-Balad:90, dan lihat hadits2x), tidak ada serah terima melainkan ada tanggung jawab. Maka sang majikan bertanggung jawab terhadap budak yang dimilikinya. Jika (pada umumnya)  seorang wanita ditangkap lantas dijadikan pelacur atau budak tanpa memperhatikan kehidupannya atau tidak ada yg bertanggung jawab terhadapnya, maka ajaran mana yang lebih baik dari Islam yang memperlakukan mereka pada tempatnya?

QS (Qur’an Surat An-Nur)

٣٢. وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

32. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

٣٣. وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحاً حَتَّى يُغْنِيَهُمْ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَالَّذِينَ يَبْتَغُونَ الْكِتَابَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْراً وَآتُوهُم مِّن مَّالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ وَلَا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاء إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّناً لِّتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَن يُكْرِههُّنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِن بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

33. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

Wallahu’alam.

0 Tanggapan ke “Nouman Ali Khan – The Healthy Marriage (Summary)”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Blog Stats

  • 4,857 hits

Kategori

Lihat Jadwal Kajian:


Jadwal Kajian Salaf

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.