Manusia biasa-biasa saja, yang baru-baru ini menyadari tujuan dari hidup yang sebenarnya dan bahwa cobaan hidup sebanding dengan kadar iman.
Setelah membaca artikel ini, sampailah saya kepada 2 paragraph:
Demi Allah, demi Allah dan demi Allah, hampir saya bersumpah secara khusus, bahwasanya tidak ada syubhat yang kamu hadapi di masa-masa ini setelah delapan abad dari kematian Imam ini -wahai saudaraku yang mendapatkan taufik- di dalam masalah aqidah dan agama yang termasuk masalah-masalah ahli bid’ah lalu kamu mencarinya di dalam kitab-kitabnya, kamu teliti di dalam tulisan-tulisannya dan risalah-risalahnya, atau fatwa-fatwa dan jawaban-jawabannya, maka kamu akan mendapatkan jawabannya. Jika kamu tidak mendapatkannya maka hal itu disebabkan ketidakmampuan dalam mencarinya, bukan karena Ibnu Taimiyah tidak menyebutkan jawaban. Masalah ini saya harapkan agar dipahami secara baik sehingga nampak kemampuan Imam ini, kekuatan ilmunya, keluasan akalnya, kejeniusan otaknya -semoga Allah memberi rahmat kepadanya.
Apabila kamu ingin tahu kedudukan Ibnu Taimiyah, maka ketahuilah bahwa Ibnul Qayyim adalah muridnya. Apabila kamu ingin tahu ukuran kejeniusan yang diberikan oleh Allah kepada Ibnu Taimiyah, maka ketahuilah bahwa Imam Ibnu Katsir termasuk muridnya. Daftar nama-nama muridnya akan menjadi panjang dengan menyebutkan: Al Mizzi, Ibnu Rajab, Ibnu Abdil Hadi, yang termasuk murid-muridnya atau murid-murid sahabat-sahabatnya dari kalangan Imam-imam besar yang memenuhi sejarah Islam. Saya tidak hanya mengatakan, mereka memenuhi perpustakaan Islam saja, bahkan mereka memenuhi sejarah Islam dengan kesungguhan, perjuangan, ilmu, akhlak, adab, tingkah laku mereka dan banyak lagi hal-hal lainnya.
Subhanallah, siapa yg tidak tergugah membaca 2 paragraph diatas melainkan berupaya untuk menjadi seperti beliau?
٧٤. وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
74. Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al-Furqan)
Aaamin. Rabbal ‘Alamin. Ya Allah kabulkanlah!
————-
Umar ibn Abdil-’Aziz (rahimahullah) said: “Become a scholar if you are able. If you are not able, then be a student. If you can not, then show love for them. If you are unable to do that, then (at least) do not hate them.”





Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Senang sekali rasanya mengunjungi blog ini setelah sebelumnya mengunjungi blog multiply antum.
Salam kenal dan ukhuwah dari ana di bogor.
Antum domisili di mana sekarang akh?
Ditunggu kunjungan antum di gubuk ana.
O iya, minta izin donlot dan upload ulang ebook-ebooknya ya…
Kebetulan ana juga ta’limnya sama ust. Yazid, alhmdulillah msh smpe dg skarang.
Antum berarti sekarang dmana? Boljug tuh klo antum lg libur kita ketemuan di masjid imam ahmad.
Wa fiika barakallah
To: Websites administrator.
Re: Replacement of domain http://www.ui.edu to http://www.ui.ac.id
Dear Sir,
Greetings from the university of Indonesia.
I would like to inform you that from August 2008, the University of
Indonesia (Universitas Indonesia) has changed its web domain and returned
to http://www.ui.ac.id , based on the consideration that we use Indonesia (id)
domain.
We notice that in your web you have a link to our domain and would be very
grateful if you could change the link in your web to http://www.ui.ac.id to point
to our university.
We appreciate you eagerness to collaborate with us, and look forward for
further collaborative work with University of Indonesia’s member.
Yours Sincerely
Riri Fitri Sari
CIO/ Head of Information Systems Development and services of the
University of Indonesia
7th floor Kampus Baru UI Depok 16424 Indonesia
riri@ui.ac.id