Arsip untuk Kategori 'Hikmah'

Pantai Harapan..

Suatu kapal setangguh apapun, maka dia tidak bisa dikatakan tangguh hingga mengarungi lautan, menerima hantaman-hantaman ombak. Itulah baru dikatakan kapal yang tangguh demi mencapai pantai harapan. Kalau hanya sekedar kapal yg besar, kokoh, terlihat tangguh namun tertambat di dermaga, tidak berani melepas ikatan/jangkar, maka tidak bisa dikatakan tangguh.

Begitulah seperti halnya rumah tangga dan ketika ingin memulai rumah tangga, cobaan dari sana-sini lah, syubhat2 dari kiri kanan lah, semua mulai dari masalah biaya, bagaimana kata tetangga lah, proses resepsi walimah…yang padahal mudah menurut sunnah, hingga permasalahan2 yang akan ditemui ketika berumah tangga. Lantas?

Tidak ada yg memisahkan antara si kapal dan pantai harapan melainkan hanya gelombang dan sekali-sekali badai.

Tetap berjuang dan berdoa! Bismillah!

Disadur dari sini dengan penambahan.

Doa Khatam

Berikut saya ketik ulang doa khatam dari Mushaf Al-quran terbitan Al-Huda (GIP). Walaupun tidak ada hadits yg shahih mengenai hal ini, akan tetapi doa dibawah ini MasyaAllah doanya benar-benar bagus, saya scan jg bhs arabnya (menyusul):
—–

Ya Allah curahkanlah rahmat kepadaku dengan Al-Qur’an, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pemimpin, petunjuk dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku terhadap apa yang telah aku lupakan dari Al-Qur’an. Anugerahilah aku kemampuan untuk senantiasa membacanya sepanjang malam dan siang. Jadikanlah Al-Quran hujjah bagiku (yang dapat menyelamatkanku) wahai Tuhan seru sekalian alam.

Ya Allah, benahilah (pengetahuan & pengamalan) agamaku, yang akan menjadi penjaga urusanku. Benahilah duniaku, tempat aku mencari penghidupan. Baguskanlah (kehidupan) akhiratku, tempat aku kembali. Jadikanlah hidupku sebagai tempat untuk melaksanakan segala kebajikan dan jadikanlah matiku sebagai pemutus segala keburukan.
Lanjutkan membaca ‘Doa Khatam’

Buta 100%

Subhanallah..

Bisa bayangin bagaimana seorang buta 100% menemukan Islam? Dan yg paling menakjubkan adalah bagaimana beliau belajar membaca al-quran. Dengerin bacaan al-qurannya yang merdu..

٤٦. أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

46. maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al-Hajj)

Hikmah dari Dwinjang Jjigae

Hmm..berhubung dalam 4 bulan insyaAllah visa udah mau habis, begitu pula harus hengkang dari negeri ginseng ini, mkn saatnya menulis beberapa hal mengenai Korea khususnya di lingkungan sekitar saya sebagai oleh-oleh :p.

Dwinjang Jjigae (yang ini tanpa beef and pork tentunya), isinya sayuran, tahu, kepiting, kerang, timun dan kuah utamanya adalah dari tauco. Salah satu makanan favorit, nikmat jika disajikan dalam keadaan panas. Kemaren pas bulan puasa, karena menu pilihan yang bisa dimakan sangat sedikit (karena semua daging lokal kecuali kambing (impor) di Korea adalah haram) untuk dimakan, makanan ini sampe bosen. Dan setiap pesan selalu bilang “Dweji gogi bego, ham bego, gogi bego”, sang penunggu tokonya ampe bosan =)).

Here is a screenshot dan videonya di sini:

Dwinjang Jjigae

Dwinjang Jjigae

Rasanya itu gmn ya..susah deh dijelasin. Bagi yg belum pernah makan tentu akan mengkaitkan antara rasa tauco + sayuran + seafood + cabe, betul? Yang jelas bagi yang sama sekali belum pernah makan tentu tidak akan pernah terbayangkan dalam pikirannya, sampai dia sendiri mencobanya. InsyaAllah.

Ust. Badrusalam Hafidzahullah pernah menjelaskan dulu ketika kajian di asrama UI Lanjutkan membaca ‘Hikmah dari Dwinjang Jjigae’

Al-Hadiid ayat 20

٢٠. اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرّاً ثُمَّ يَكُونُ حُطَاماً وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadiid)

An extraordinary incident of brotherhood….

On the day of the battle of Yarmuk, I went out to find my uncle on the battlefield, and I had with me a container of water. I said to myself that he had some life left in him, then I would quench his thirst with the water and wash the dirt from his face. Suddenly, I came across him, and he was going in and out of conciousness. I asked him: “Do you want me to give you some water?” so, he nodded his head. Suddenly, he heard another wounded man in the distance calling out in pain. So, my uncle motioned for me to go tend to him. I went to him and saw that he was Hisham, the brother of ‘Amr bin al-’As. I came to him and asked if he wanted me to give him some water, and suddenly, we heard the sound of another man calling out in the distance in pain. So, he motioned for me to go tend to him. I came to him to find that he had already died. So, I went back to tend to Hisham only to find that he had died as well. Then, I went back to tend to my uncle only to find that he, too, had died.” So none of them, in their love for others had died without quenching their thirst. Such a proof of sacrifice and brotherhood is unparalleled in human history.
This incident was reported by ‘Abdullah bin al-Mubarak in ‘az-Zuhd’ (1/185), Ibn Hajar in ‘al-Isabah’ (7/34), and also in Ibn al-Mubarak’s ‘al-Jihad’ (1/100) by way of Abu al-Jahm bin Hudhayfah al-’Adawi, by way of ‘Umar bin Sa’id. The muhaqqiq of ‘al-Jihad’ mentions that the chain’s narrators are all trustworthy, and Allah Knows best.

Source: http://www.kalamullah.com/misc.html

Takdir?

Alhamdulillah, banyak artikel-artikel bermanfaat yang membahas mengenai takdir yang insyaAllah secara jelas dan terperinci.  Beberapa artikel sebagai referensi (silahkan dibaca sebelum melanjutkan) diantara lain:

  1. Iman kepada takdir
  2. Memahami takdir ilahi
  3. Takdir Allah tidak kejam
  4. Google Islam

Bukanlah hak saya untuk menjelaskan takdir dari ilmu saya yang secuil, hanya saja beberapa hari ini saya teringat 3 kejadian yang masih teringat jelas di dalam benak saya, yang saya kira bermanfaat untuk dibagi. Kejadian2x tersebut adalah:

  • Hampir 3.5 Tahun yang lalu, ketika masih kost di depok, terjadi perdebatan kecil dengan seorang teman yang berpendapat bahwa ketika seseorang bunuh diri, maka itu adalah kehendaknya sendiri dan bukan atas kehendak Allah. Akan tetapi jika dia tidak bunuh diri (dalam keadaan normal) maka Allah mengetahui keadaan sebelum dan sesudahnya.
  • Masih ketika kuliah S1, tanpa disengaja buku catatan teman saya -seorang non muslim- tanpa sengaja terbawa.  Iseng-iseng, Lanjutkan membaca ‘Takdir?’

Al-Hadiid:22-24

Nilai ujian yang jelek, riset yang mandek, teman-teman yang meninggalkan kita, bahan pokok yang naik, kekeringan yang melanda, saudara yang meninggal, mendapatkan pekerjaan yang diimpikan, mendapat IPK 4, juara kelas, mendapatkan uang 1 milyar, gaji pertama, menikahi wanita impian, jurnal kita diterima, lamaran di tolak gadis pujaan, maka ketahuilah Allah Azza wa Jalla berfirnan:

Lanjutkan membaca ‘Al-Hadiid:22-24′

QS. Al-Hadiid:16

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Indonesian)

Has not the time arrived for the Believers that their hearts in all humility should engage in the remembrance of Allah and of the Truth which has been revealed (to them), and that they should not become like those to whom was given Revelation aforetime, but long ages passed over them and their hearts grew hard? For many among them are rebellious transgressors. (Eng-Yusuf Ali) Lanjutkan membaca ‘QS. Al-Hadiid:16′

Orang yang tidak takut miskin

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam adalah orang yang paling banyak menshadaqahkan apa yang dimilikinya. Beliau tidak pernah menganggap banyak apa pun yang dianugerahkan Allah dan juga tidak menganggapnya sedikit. Tak seorang pun yang meminta sesuatu kepada beliau, melainkan beliau pasti memberinya, sedikit maupun banyak.

Pemberian beliau adalah pemberian orang yang tidak takut miskin. Memberi dan menshadaqahkan merupakan yang paling beliau sukai. Kegembiraan dan kesenangan beliau pada saat memberi, lebih besar daripada kegembiraan orang yang menerimanya. Beliau adalah orang yang paling dermawan kepada manusia. Kebajikan beliau seperti angin yang terus-menerus berhembus.

Jika ada seseorang yang membutuhkan sesuatu, Lanjutkan membaca ‘Orang yang tidak takut miskin’

Halaman Berikutnya »


Blog Stats

  • 4,857 hits

Kategori

Lihat Jadwal Kajian:


Jadwal Kajian Salaf

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.