Resensi: Nikah A-Z (1) Kriteria Calon

Berikut adalah resensi kajian Nikah A-Z audio 1, antum bisa di download disini untuk penjelasan lebih lanjut dan lengkap yang diisi oleh Ust. Ahmad Sabiq hafidzahullah. Topik utama dari bagian 1 ini adalah mengenai kriteria calon.

Kriteria Calon

Nikah (Bahasa Arab) artinya akad atau bisa jg berarti berkumpulnya suami-istri. Penjelasan nikah itu sendiri telah kita pahami secara karena telah lumrah kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Islam adalah agama yang sesuai fitrah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

١٤. زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali-‘Imran:14)

Merupakan sebuah fitrah manusia untuk menyenangi wanita-wanita, anak-anak, dan seterusnya (yang disebutkan diatas) dan Allah menyebutkan wanita pertama kali dari semua hal tersebut. Tidak seperti ajaran di agama-agama lain dimana dimana ulamanya tidak menikah dan sering kita mendengar penyimpangan seksual yang mereka lakukan karena mereka hendak melawan fitrah.

Allah Azza Wa Jalla juga berfirman:

٧٢. وَاللّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah ?” (An-Nahl:72)

٢١. وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Rum:21)

Karena pentingnya pernikahan, maka Allah menjadikan pernikahan sebagai salah satu dari tanda-tanda kekuasaanNya.

Islam telah sempurna dan mengatur segala urusan termasuk urusan pernikahan yang notabene merupakan urusan yang besar. Firman Allah:

..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…(Al-Maidah: 3)

Hadits utama sebagai kriteria calon:

تنكح المرأة لأربع لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك . متفق عليه

“Wanita itu (biasanya) dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka hendaknya engkau memilih wanita yang beragama (bertakwa), niscaya engkau akan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Ustadz menjelaskan bahwa sangat sulit dari 2 orang insan yg entah masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda atau sama cocok dalam semua hal. Dan dikala itu timbul masalah suami-istri, dan dari kesemua kriteria yang telah disebutkan maka hanya keshalihan yang bermanfaat disaat itu.

Kriteria Calon Wanita

1. Wanita shalihah, ciri-cirinya:

Firman Allah:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا
حَفِظَ اللّهُ

“Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lainnya (kaum wanita), dankarena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang shaleh ialah yang ta’at (kepada Allah Ta’ala dan kepada suaminya) lagi memelihara diri ketika suaminya sedang tidak ada, berikat pemeliharaan Allah terhadap mereka.” (QS. An Nisa’: 34)

Sabda Rasulullah:

خير النساء التي إذا نظرت إليها سرتك، وإذا أمرتها أطاعتك وإذا غبت عنها حفظتك في نفسها ومالك قال: وتلا هذه الآية
الرجال قوامون على النساء … الى آخر الآية. رواه ابن جرير وأبو داود الطيالسي والحاآم

“Sebaik-baik wanita ialah wanita yang bila engkau memandang kepadanya, ia akan membuatmu senang, dan bila engkau memerintahnya niscaya ia mentaatimu, dan bila engkau meninggalkannya, ia menjaga kehormatanmu dalam hal yang berikaitan dengan dirinya dan hartamu. Dan kemudian Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam membaca ayat berikut, yang artinya: (Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum
wanita…) hingga akhir ayat.” (Riwayat Ibnu jarir, Abu Dawud At Thoyalisy dan Al
Hakim)

2. Seorang Gadis, alasan-alasan:

  • Tata bahasa lebih lembut
  • Rahim bisa lebih cepat hamil
  • Ridha mendapatkan nafkah sedikit (karena cintanya masih menggebu-gebu)

Hikmah dari hadits Jabir Radhiyallahu anhu yang menikah dengan seorang janda adalah seorang gadits itu bisa diajak bercanda, dan alasan yang syar’i jika ingin menikahi janda.

3. Seorang wanita yang subur, bagaimana mengetahuinya? Yaitu dengan melihat keluarganya, berapa jumlah adik dan kakaknya, berapa jumlah anak kakak/adik kandungnya, dsb.

4. Garis keturunan baik-baik, karena sifat seorang anak itu tidak jauh dari sifat orang tuanya. (Contoh : Jangan menikahi anak keturunan koruptor)

5. Tidak jauh status sosial. Kisah Ummul Mukminin Zainab yang dinikahkan oleh Rasulullah untuk Zaid bin Haritsah.

Hikmah dari kisah ini adalah sulitnya bersatu dua insan yang memiliki status sosial yg berbeda padahal:

Siapa diantara kita yang lebih cantik dan memiliki nasab dibanding Zainab RA?

Siapa diantara kita yang lebih shalih dibanding Zaid bin Haritsah?

Siapa diantara kita yang lebih kuat pengaruhnya dari Rasulullah?

6. Setelah kriteria agama, maka pilihlah kriteria kecantikannya. (Ibnul Qayyim)

Syaikh Utsaimin Rahimahullah berkata Agama menyelamatkan seseorang dari akhirat sedangkan kecantikan/ketampanan akan menjaga orang tersebut melihat kepada yang lainnya.

Kriteria Calon Pria

Hampir sama dengan kriteria wanita diatas.

1. Shalih dan berahlak baik.

إذا خطب إليكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه، إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض . رواه الترمذي وسعيد بن
منصور والطبراني والبيهقي وحسنه الألباني

“Bila telah datang (untuk melamar) kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan perangainya (akhlaqnya), maka nikahkanlah dia, bila kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang merajalela.” (Riwayat At Tirmizy, Sa’id bin Mansur, At Thabrany, Al Baihaqy dan dihasankan oleh Al-Albany)

Sebagian ulama’ menjelaskan maksud dari fitnah dan kerusakan yang disebutkan dalam hadits dengan berkata: “Yang demikian itu karena bila kalian tidak akan menikahkan wanita-wanita kalian melainkan dengan orang yang kaya, berkedudukan, maka akan menyebabkan kebanyakan wanita-wanita kalian tidak bersuami dan kebanyakan lelaki kalian tidak beristri, dan kemudian merajalelalah perzinaan. Dan bisa saja para wali merasa dipermalukan, sehingga timbullah fitnah (peperangan) dan kekacauan. Bila demikian, maka kesinambungan generasi penerus akan terancam, berkurang jumlah orang shaleh, dan juga orang-orang yang menjaga kehormatannya.” (Tuhfatul Ahwazy, oleh Al Mubarakfuri 4/173). [http://muslim.or.id]

2. Dilihat apakah dia bisa melihat nafkah baik lahir maupun bathin? Dalilnya adalah hadits Fathimah binti Qais:

Dan dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Saya mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, maka aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah, keduanya telah meminangku?” Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Adapun Mu’awiyah dia seorang faqir tidak memiliki harta, sedangkan Abul Jahm, tongkatnya tidak pernah lepas dari bahunya.”

Dan dalam riwayat Muslim (lainnya), “Sedangkan Abul Jahm sering memukul wanita.” (Lihat artikel ini)

3. Laki-laki penyayang, dalilnya masih pada hadist diatas.

4. Keturunan keluarga baik-baik

5. Mencari yang sepadan (Berdoa kepada Allah)

Mengenai nikah dengan kerabat dekat maka tidak ada larangan dalam syariat, dan para sahabat melakukan hal ini.

Bagaimana mendapatkan calon sesuai kriteria diatas?

1. Memperbanyak doa kepada Allah, karena jodoh itu telah ditentukan oleh Allah dan hanya Allah yang bisa merubahnya.

٧٤. وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al-Furqan:74)

2. Berusaha dengan mencari informasi yang terpercaya, misal melewati adik, kakak, teman yang bisa dipercaya.

Pacaran itu hukumnya haram dan tidak dibenarkan oleh Islam.

Orang pacaran seperti pedagang, menampakkan hanya yang baik-baik saja kepada pasangannya.

Kemudian sering ditemui seseorang beramal/berbuat sesuatu itu karena pacarnya bukan kepada Allah dan ini adalah perbuatan syirik (Kita berlindung kepada Allah saja akan hal ini)

3. Berperan aktif menawarkan anggota keluarga kita yang sudah siap menikah dengan ikhwan/akhwat yang menurut kita shalih dan baik.

Dibolehkan seorang akhwat untuk menawarkan dirinya kepada seorang ikhwan yang dia ridha akan agama dan akhlaknya untuk menjaga kehormataannya. Contoh kisah dalam hal ini adalah khadijah, dan seorang sahabiyah yang menawarkan dirinya kepada Rasulullah.

4. Shalat Istikharah (Baca resensi di sini)

Catatan:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (An-Nur:26)

Maka sudah merupakan ketentuan Allah bahwa laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu jika kita hendak mendapatkan jodoh yang baik pula maka hendaknya kita meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah dan menjadi orang yg shalih dan berahlak baik.

Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam.

—————————

Walhamdulillah.

Ahad, 21 Rabi Al-Akhar, 1429 H

@Lab, Jinju, Korea Selatan

3 Responses to “Resensi: Nikah A-Z (1) Kriteria Calon”


  1. 1 Musafir Kecil April 30, 2008 pukul 10:38 am

    Assalamu’alaykum….
    sekedar kasih info untuk audio kajian Nikah A-Z dalam format yang lebih kecil file-nya bisa di download di

    http://kaspo.wordpress.com/download-audio/

    syukron….

    Jazakallahu khairan. Biar mudah downloadnya yaa🙂.

  2. 2 Musafir Kecil April 30, 2008 pukul 10:41 am

    wah komen saya kena spam akh….

  3. 3 rumahkusorgaku November 6, 2010 pukul 11:34 pm

    assalaamu`alaikum..
    wah, ini dulu di posting untuk persiapan ni…
    iya ngga siii..:)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 18,109 hits

Kategori

My Panoramio


%d blogger menyukai ini: