Resensi: Nikah A-Z (2) Proses Nikah

Resensi kajian Nikah A-Z audio 2, antum bisa di download disini untuk penjelasan lebih lanjut dan lengkap yang diisi oleh Ust. Ahmad Sabiq hafidzahullah. Topik utama dari bagian 2 ini adalah mengenai proses nikah.

Proses Nikah

Proses melamar datang dari pihak ikhwan (laki-laki) ke pihak akhwat (perempuan) walaupun misalkan pada kenyataannya akhwat tersebut yang mencari ikhwan. Si ikhwan datang ke rumah orang tua si akhwat untuk menyatakan maksud kedatangannya.

Nazhor (Melihat wanita yang hendak dinikahi)

  • Tidak boleh khalwat (berdua-duaan) melainkan harus dengan mahram.
  • Boleh nazhor dua kali jika yang pertama ditemui kekurangan (misalkan dalam proses yg pertama si akhwat menunduk sehingga tidak terlihat *malu-malu*).
  • Boleh “mengintip” calon yang hendak di khitbah (lamar).
  • Nazhor itu adalah proses terakhir sebelum melamar. Oleh karenanya hendaknya si ikhwan menanyakan detil-detil tentang si akhwat sebelumnya entah kepada kakaknya, adiknya atau ayahnya.
  • Yang boleh di lihat ketika proses nazhor pendapat jumhur adalah wajah dan telapak tangan.

Luruskan niat/tujuan nikah adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Khitbah (Lamaran)

  • Ada hak untuk seorang wanita untuk menerima atau menolak lamaran
  • Seorang wali tidak berhak memaksakan kehendak dan harus meminta izin dulu kepada yang hendak dilamar (akhwat).
    • Jika seorang gadis, maka jika dia diam (dalam artian positif misal senyum2, dsb) maka artinya iya, akan tetapi jika diam dalam artian negatif (misal mengurung diri, nangis) maka artinya tidak.
    • Jika dia janda dilihat pendapatnya (diucapkan).
  • Tidak boleh melamar wanita yang sedang dilamar, akan tetapi hal ini diperjelas dalam 3 kondisi:
    • Jika lamaran pertama (A) ditolak, maka yang kedua (B) boleh melamar.
    • Jika lamaran pertama (A) diterima, maka siapapun tidak boleh melamar akan tetapi boleh meminta ijin kepada si A untuk melamar, jika dibolehkan maka silahkan jika tidak maka tidak boleh.
    • Si akhwat dilamar tapi belum jelas keputusannya, si B boleh melamar karena belum jelas (Hal ini dari hadits Fathimah Binti Qais yang dilamar oleh Abu Jahm dan Muawiyah RA).
  • Setelah khitbah (diterimanya lamaran) maka si akhwat dan si ikhwan maka keduanya masih asing dan tidak diperbolehkan berdua-duaan.
  • Tunangan dan lamaran itu sama saja, dan dibolehkan tunangan.
  • Tukar cincin bukanlah berasal dari Islam, dan laki-laki tidak boleh memakai cincin dari emas.
  • Si akhwat bagi si ikhwan halal setelah akad nikah.
  • Khitbah melamar wanita ada 2 kemungkinan
    • Gadis, maka boleh dilamar dengan lafadz terus terang, msl “Pak, saya ingin melamar anak bapak”
    • Janda, dilamar dengan sindiran (tidak boleh terus terang, jika masih pada waktu iddah yaitu 4 bln 10 hari) terkecuali setelah iddahnya dalilnya:

وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاء أَوْ أَكْنَنتُمْ فِي أَنفُسِكُمْ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَـكِن لاَّ تُوَاعِدُوهُنَّ سِرّاً إِلاَّ أَن تَقُولُواْ قَوْلاً مَّعْرُوفاً وَلاَ تَعْزِمُواْ عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّىَ يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf . Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (Al-Baqarah: 235)

  • Selesai khitbah hendaknya dipercepat akad nikah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (kisah mengenai rahib yahudi yang digoda syaithan untuk berzina)

Akad Nikah

1. Calon istri bukanlah yang haram dinikahi (mahram), dalilnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَنكِحُواْ مَا نَكَحَ آبَاؤُكُم مِّنَ النِّسَاء إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتاً وَسَاء سَبِيلاً

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).).

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَخِ وَبَنَاتُ الأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُواْ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُواْ بَيْنَ الأُخْتَيْنِ إَلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan ; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاء إِلاَّ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَاء ذَلِكُمْ أَن تَبْتَغُواْ بِأَمْوَالِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُم بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni’mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban. dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisaa’:22-24)

Wanita yang haram dinikahi selamanya:

A. Karena keluarga (nasab)

  • Ibu, jalur ibu keatas, Nenek, Buyut
  • Anak kandung dan anak-anaknya baik dari laki-laki atau perempuan
  • Saudara perempuan baik kandung, tiri sebapak atau tiri seibu
  • Bibi dari jalur Bapak (saudaranya Bapak)
  • Bibi dari jalur Ibu (saudaranya seibu)
  • Anak wanita dari saudara (Keponakan)

Catatan: Sepupu boleh dinikahi

B. Karena besanan (pernikahan)

  • Mertua (Ibunya istri), walaupun istri kita telah meninggal. Akad nikah menjadikan ibu mertua sebagai mahram selama-lamanya.
  • Anak dari istri kita (jika kita menikahi janda) hal ini jika kita telah jima’ dengan istri sedangkan apabila belum maka boleh. Pertanyaan, apa patokan jima’? Perkataan Umar bin Khattab: “Suami-istri berdua di dalam kamar sedang pintu dan jendela tertutup”.
  • Menantu.
  • Ibu tiri.

C. Karena persusuan

Disusukan sebanyak 5 kali susuan. Definisi 1 susuan adalah hingga sang bayi puas (tidur, terlelap, tidak merengek lagi).

Untuk akhwat maka kebalikan dari yang telah disebutkan diatas.

Wanita yang haram dinikahi sementara:

  • Menikahi 2 orang wanita yang bersaudara dalam 1 waktu (akan tetapi boleh jika gantian, misal kakaknya meninggal).
  • Tidak boleh menikahi wanita dengan bibinya.
  • Istri orang lain, hingga jelas wanita tersebut diceraikan oleh sang suami terdahulu.
  • Wanita yang masih dalam waktu iddah.
  • Wanita yang telah di talaq 3x.
  • Wanita pezina hingga ia bertobat, firman Allah:

الزَّانِي لَا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِين
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik. dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu’min. (An-Nur:3)

  • Wanita kafir, dibagi menjadi 2:
    • Ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani), note: hanya wanitanya prianya tidak boleh
    • Selain ahlul-kitab maka mutlak tidak boleh.

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلُّ لَّهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلاَ مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ وَمَن يَكْفُرْ بِالإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. (Al-Maidah:5)

وَلاَ تَنكِحُواْ الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنكِحُواْ الْمُشِرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلَـئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللّهُ يَدْعُوَ إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-Baqarah:221)

  • Menikahi lebih dari 4 wanita dalam 1 waktu.
  • Menikah pada waktu haji/ihram.

Dua orang yang menikah padahal mereka mahram jika tidak bisa dipisahkan maka dibunuh keduanya.

2. Ada wali

Tidak sah pernikahan terkecuali ada wali. Siapakah wali? Berikut urutan wali berdasarkan wewenang:

Bapak, Kakek (Bapaknya Bapak) terus keatas, saudara kandung, saudara sebapak, anak laki-laki dari saudara kandung, anak laki-laki dari saudara sebapak, anak laki-laki, cucu laki-laki (anak dari anak kandung), paman (dari pihak bapak), anak laki-laki dari paman, cucunya paman, dan akhirnya hakim (KUA, pengadilan agama).

Wali boleh diwakilkan.

3. Saksi, minimal 2 orang

4. Ada calon suami atau wakil calon suami dalam hal ini lafadznya berbeda.

Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam.

—————————

Walhamdulillah.

Isnain, 22 Rabi Al-Akhar, 1429 H

@Lab, Jinju, Korea Selatan

1 Response to “Resensi: Nikah A-Z (2) Proses Nikah”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 18,109 hits

Kategori

My Panoramio


%d blogger menyukai ini: