Hikmah dari Dwinjang Jjigae

Hmm..berhubung dalam 4 bulan insyaAllah visa udah mau habis, begitu pula harus hengkang dari negeri ginseng ini, mkn saatnya menulis beberapa hal mengenai Korea khususnya di lingkungan sekitar saya sebagai oleh-oleh :p.

Dwinjang Jjigae (yang ini tanpa beef and pork tentunya), isinya sayuran, tahu, kepiting, kerang, timun dan kuah utamanya adalah dari tauco. Salah satu makanan favorit, nikmat jika disajikan dalam keadaan panas. Kemaren pas bulan puasa, karena menu pilihan yang bisa dimakan sangat sedikit (karena semua daging lokal kecuali kambing (impor) di Korea adalah haram) untuk dimakan, makanan ini sampe bosen. Dan setiap pesan selalu bilang “Dweji gogi bego, ham bego, gogi bego”, sang penunggu tokonya ampe bosan =)).

Here is a screenshot dan videonya di sini:

Dwinjang Jjigae

Dwinjang Jjigae

Rasanya itu gmn ya..susah deh dijelasin. Bagi yg belum pernah makan tentu akan mengkaitkan antara rasa tauco + sayuran + seafood + cabe, betul? Yang jelas bagi yang sama sekali belum pernah makan tentu tidak akan pernah terbayangkan dalam pikirannya, sampai dia sendiri mencobanya. InsyaAllah.

Ust. Badrusalam Hafidzahullah pernah menjelaskan dulu ketika kajian di asrama UI, jika ada seorang buta dari semenjak lahir yang tidak pernah melihat seumur hidupnya, kemudian dia diperkenankan oleh Allah untuk melihat selama 10 detik, dan ternyata ketika matanya terbuka dia melihat jengger ayam, kemudian buta kembali. Lantas kemudian dijelaskan kepadanya mengenai belalai gajah, bahwa bentuknya panjang, dsb…mau tidak mau dia akan mengkaitkan dengan apa yang pernah terlintas dalam benaknya yaitu jengger ayam. Seperti halnya dwinjang jjigae tadi, yang terlintas di benak kita adalah rasa tauco dicampur cabe, dsb..

Begitu pulalah letak kesalahan yang fatal yang umumnya terjadi dikalangan kaum muslimin ketika disebutkan asma dan sifat Allah. Manusia dengan segala kelemahannya dan kekurangannya hanya bisa mengasosiasikan terbatas dari akalnya akan sifat-sifat Allah dengan yang terlihat dari panca indra saja. Padahal Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung jauh dari segala bentuk persangkaan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجاً يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (Asy-Syuura:11)

dan firmanNya pula:

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (Al-Ikhlas:4)

Karena keterbatasan akal manusia ada beberapa kelompok yang merubah artinya, menolak, menakwilkan, memisalkan dan menanyakan sifat-sifat Allah menurut pemahaman mereka yang bathil. Padahal yang benar dan wajib adalah menetapkan sifat-sifat Allah sebagaimana yang Allah tetapkan tanpa merubah, menolak, menakwilkan, memisalkan dan menanyakan. Seperti halnya Allah dengan keagunganNya memiliki tangan, betis, wajah yang telah disebutkan di dalam dalil-dalil yang sahih. Pembahasan akan hal ini diluar kemampuan saya. Silahkan merujuk lebih jauh di:
1. Kitab Aqidah Al-Wasithiyah karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah
2. http://www.almanhaj.or.id/content/794/slash/0
3. http://muslim.or.id/aqidah/apakah-allah-memiliki-wajah.html
4. http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html
5. http://kuliahsyariah.multiply.com/journal/item/103

Wallahu’alam

4 Responses to “Hikmah dari Dwinjang Jjigae”


  1. 1 SS November 14, 2008 pukul 11:33 pm

    Dwinjang Jjigae, rasanya “mak nyus” ga Bond?

  2. 2 Bondhan Novandy November 14, 2008 pukul 11:40 pm

    @SS

    Om su..piye kabar sampeyan? hehe..Mak nyus itu trademarknya Pak Bondan Winarno (GAK PAKE H). Maen2 kesini om..PLN khan banyak tuh jadwal jalan2nya :p

  3. 3 SS November 23, 2008 pukul 10:42 pm

    Alhamdulillah baik.
    Yup, trade mark nya Pak Bondan. Tp setau gw, sebenarnya “mak nyus” dan “mak … lainnya”[misal: mak bedunduk, dll], adalah istilah/ekspresi umum yang digunakan dalam percakapan “boso Jowo”, dan memang sering digunakan oleh Pak Bondan.
    Contoh istilah/ekspresi umum yang juga cukup populer salah satunya adl: “ndeso”, yang sering dikatakan Tukul Arwana.

    Semoga suatu saat bisa maen2 k Korea, mungkin u studi banding ama KEPCO Korea🙂

  4. 4 Bondhan Novandy November 24, 2008 pukul 2:39 pm

    Oh..jadi ini tho maksudnya..meninggikan kasta mu tho ndok le? =))
    Hehehe…

    Ok boss. ditunggu ya..tp jgn lewat pertengahan feb..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 18,109 hits

Kategori

My Panoramio


%d blogger menyukai ini: