Hidup yang fana

Jam 22.05 kepikiran nulis sekelumit pikiran yang berkecamuk di nexus s yang sering salah ketik dan lemot ini.

Orang2 -termasuk sy…mkn- berlomba-lomba mengumpulkan untuk memenuhi impiannya, harapannya, syahwatnya dan mungkin nafsunya. Pergi pagi plg malam untuk mengumpulkan pundi pundi harta kekayaan.

Dipikir2 tokh kalau sudah kaya apakah bahagia? Pastikah bahagia? Sesaat mkn pasti. Kaya harta berarti bs makan enak, apapun bs dilakukan, jalan2, malas2an…

Enak ya?

Entahlah…sy blm pernah merasakannya. Tapii..apa benar itu yg saya impikan? Skrg sj baru “senang” sedikit perut buncit, badan terasa malas digerakkan, pengennya yg manis2 dan enak2. Entah apa jadinya klo benar2 “senang”.

0 Responses to “Hidup yang fana”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 18,109 hits

Kategori

My Panoramio


%d blogger menyukai ini: