Wahai jiwa yang lalai mengingat kematian
Sebentar lagi engkau akan dikubur bersama mayat-mayat
Maka ingatlah tempatmu sebelum engkau menempatinya
Dan bertaubatlah kepada Allah dari senda gurau dan kesenangan
Sesungguhnya kematian itu ada waktunya
Maka ingatlah musibah-musibah yang menimpa hari-harimu
Janganlah engkau tenang dengan dunia serta hiasannya
Karena semuanya itu tidak akan dibawa mati

Dari Al-Barra’ bin ‘Azzib radhiyAllahu anhu, dia berkata: “Kami pernah mengiringi jenazah di Baqi’ Al-Gharqad, lalu Rasulullah -shallallaahu alaihi wa sallam- mendatangi kami kemudian duduk, maka kami pun ikut duduk terpekur di sekelilingnya seolah-olah ada burung di atas kepala kami, lalu beliau berpaling kepada jenazah itu, kemudian beliau berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari siksa kubur” tiga kali, lalu berkata lagi: “Sesungguhnya seorang hamba mukmin bila menghadap akhirat dan meninggalkan dunia maka turunlah dua malaikat seakan-akan di muka mereka ada matahari, mereka membawa kain kafan dan wewangian dari jannah, lalu keduanya duduk sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut yang langsung duduk di dekat kepalanya, lalu berkata: “Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan Rabb-mu dan keridhaan-Nya”.

Kemudian Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- berkata: “Ruh itu kemudian mengalir seperti mengalirnya air dari pancuran, kemudian malaikat maut itu mengambilnya, setelah diambil maka malaikat yang lain tidak melepaskannya sekejap mata pun, sehingga para malaikat itu mengambil ruh tersebut dan meletakkannya pada kain kafan dan wewangian tersebut. Dari ruh tersebut keluar aroma seperti minyak kasturi yang paling wangi di dunia”.

Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- berkata lagi: “Lalu malaikat itu membawa ruh naik ke atas, setiap mereka melewati kumpulan malaikat, para malaikat berkata: “Siapakah gerangan jiwa yang baik ini?” Para malaikat pembawa ruh itu berkata: “Ini fulan bin fulan dengan sebaik-baik namanya yang mereka panggil di dunia, hingga mereka sampai ke langit, lalu mereka mohon dibukakan pintu langit untuk ruh tersebut kemudian terbuka lalu diiringi oleh para malaikat dari segala penjuru langit hingga ke langit tempat Allah berada. Lalu Allah berfirman: “Tulislah catatan amal hamba-Ku di illiyyin dan kembalikan dia ke tanah karena Aku menciptakannya darinya dan padanya Aku kembalikan dan darinya Aku keluarkan di kali yang lain”.

Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- berkata: “Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya, lalu datang kepadanya dua malaikat. Kedua malaikat itu mendudukkannya dan berkata: “Siapa Rabb-mu?” mayat itu berkata: “Rabb-ku Allah”, keduanya berkata lagi: “Apa agamamu?” mayat itu berkata: “Agamaku Islam” kemudian bertanya lagi: “Siapa yang diutus kepada kalian?” mayat itu menjawab: “Dia adalah Rasulullah” lalu keduanya bertanya lagi: “Apa ilmumu?” mayat itu menjawab: “Aku membaca kitab Allah lalu aku beriman dan mempercayainya”. Kemudian ada yang memyeru dari langit: “Benarlah hamba-Ku, maka bentangkanlah permadani dari jannah dan bukakan baginya pintu dari jannah.”

Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- berkata lagi: “Kemudian terciumlah olehnya angin jannah dan wanginya serta kuburannya diluaskan seluas mata memandang”. Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- berkata lagi: “Lalu datang seorang lelaki berwajah tampan, berpakaian bagus dan menebarkan aroma wangi, lantas berkata: “Bergembiralah dengan apa-apa yang menyenangkanmu inilah hari yang dijanjikan”. Kemudian mayat itu bertanya: “Siapa kamu? kelihatannya mukamu seperti orang yang membawa kebaikan?”. Orang itu menjawab: “Saya adalah amal shalihmu”, kemudian mayat itu berkata: “Wahai Rabb-ku bangkitkanlah kiamat sehingga aku bisa dikembalikan ke keluargaku dan hartaku”.

Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- berkata: “Sedangkan seorang hamba yang kafir apabila terputus dari dunia dan menuju ke akhirat turun kepadanya dari langit malaikat bermuka hitam, mereka membawa kain kasar lalu duduk di dekatnya sejauh mata memandang, kemudian datang malaikat maut yang langsung duduk di dekat kepala mayat itu dan berkata: “Wahai jiwa yang buruk! keluarlah menuju murka Allah dan amarah-Nya”.

Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- berkata lagi: “Lalu ruh mayat tersebut bercerai-berai dalam jasadnya lalu dicabut oleh malaikat maut seperti mencabut alat pemanggang dari bulu wol yang basah, kemudian diambilnya dan tidak dilepaskannya sekejap mata pun sehingga disimpan di atas kain kasar tersebut. Dari ruh tersebut keluar bau paling busuk yang ada di muka bumi, lalu mereka naik ke langit membawa ruh tersebut. Setiap melewati sekumpulan malaikat mereka ditanya: “Siapakah gerangan ruh yang bau busuk ini?” Para malaikat yang membawa ruh itu menjawab: “Fulan bin fulan, dengan sejelek-jelek namanya yang mereka katakan di dunia, hingga mencapai langit dunia. Para malaikat itu meminta dibukakan pintu langit untuk mayat tersebut, namun tidak dibukakan”.

Lalu Rasulullah -shallallaahu alaihi wa sallam- membaca ayat:

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk jannah, hingga unta masuk ke lubang jarum.” [Al-A’raaf : 40]

Allah subhaanahu wata’ala berfirman: “Tulislah catatan dia di sijjin, di bumi yang paling bawah, lalu ruhnya dicampakkan begitu saja”.

Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- kemudian membaca ayat lagi:

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنْ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [Al-Hajj : 31]

Lalu ruhnya dikembalikan ke jasadnya, kemudian datang dua malaikat. Kedua malaikat itu lalu mendudukkannya dan bertanya: “Siapa Rabb-mu?” Mayat tersebut menjawab: “Haah, haah tidak tahu”. Malaikat itu bertanya lagi: “Siapa orang yang ditelah diutus kepada kaliah?” Mayat tersebut menjawab: “Haah, haah aku tidak tahu”, kemudian ada suara panggilan dari langit : “Dia berbohong maka bentangkanlah permadani dari naar dan bukakan pintu baginya ke naar”, lalu terasa olehnya angin panas yang menghembus dari naar dan kuburannya menyempit sehingga bercerai-berai tulang rusuknya, kemudian datang seorang lelaki bermuka buruk, berpakaian jelek dan berbau busuk yang menyengat sambil berkata: “Aku membawa kabar gembira dengan apa-apa yang menyusahkanmu, inilah hari yang dijanjikan untukmu”. Mayat itu bertanya: “Siapa kau? mukamu nampaknya membawa kejelekan”, orang itu berkata: “Aku adalah amalanmu yang jelek”. Mayat itu berkata: “Wahai Rabb-ku janganlah Engkau bangkitkan kiamat”.
[HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud]

Dinukil dari buku: “Kafaa bil Mauti Waaidhon edisi terjemah: Menyongsong Kematian”, oleh Dr. Ibrahim Abbas, penerbit At-Tibyan Solo 2002.

Sumber: disini dengan judul tulisan “Kafa bil Mauti Waaidhon”

———-

Cukup teringat jelas di ingatan saya, hadits diatas pernah saya dengar kalau tidak salah di kajian “Neraka” oleh ust. Abu Haidar -Hafidzahullah- (Saya ada audionya klo berminat). Saya kopas di blog ini agar selalu teringat akan pemutus kenikmatan, seperti halnya mutiara ilmu, agar saya selalu bersemangat menuntut ilmu dien, insyaAllah. Aaamiin.

0 Responses to “Masa depan aku dan kamu…”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 18,109 hits

Kategori

My Panoramio


%d blogger menyukai ini: